Saturday, June 29, 2013

Cooking Martoyakiyu

    This is the Bideo when i go to Carrefour for shopping with Yaya. We were here for a long time because kita tidak tahu nama bahan-bahan, bahkan bentuk dari bahan yang kita cari -_- bahkan kita berdua hampir saja menangis jerit in lorong supermarket because we didn't find what we want seperti rice crispy, parutan spikjack tuna, and saus tako, bahkan kita butuh waktu lama untuk membedakan saus inggris dan kecap inggris. Did you know? Both of them was same -_- it was so foolish moment we ever had :D LOL 




    After that, kita mulai memasak di bantu oleh one volunteer bernama Hasna (yaya's sister) dan kita memasak hanya berdasarkan bahan-bahan yang kita dapat seadanya from swalayan tadi and also Takoyaki recipe from my Blog which i posted last week, a few minutes later Yaya's kitchen became a 'Kapal Pecah' :)) So complicated but Fun!!! Just Bismillah and *Voila* wqwq

And this is it! Martoyakiyu ala chef Ayu dan Chef Nia :9
Martoyakiyu seems like martabak takoyaki yaya and yuyu :p LOL
*) Dessert : Dreamy Creamy Mango Ice Cream with milo and frozen chocolate ^^
*) Bonus : Super Supreme Pizza - Pizza Hut from teh Cindra (yaya's sister) 


    I think rasanya sudah cukup yummy, but yeaa.. it wasn't Takoyaki of course HAHA, dari bentuk pun sudah tidak seperti Takoyaki yang seharusnya berbentuk bulat -_- rasanya pun seperti rasa.. masakan from amateur chef :p so we decided to make an onigiri dari bahan bahan yang sudah kita persiapkan untuk "this situation" haha kita sempat membeli nori dan tuna lebih banyak untuk hal ini ^^ so.. yaa kita tidak begitu kecewa dengan hasilnya. Seharusnya we must be grateful because aku dan Yaya merasakan pusing memasak dan berbelanja sebelum memiliki keluarga nanti *Trololol* I hope setelah berkeluarga nanti aku bisa menjadi chef yang handal for my family (-^,^-) hihi. Ohya ditambah pizza and ice cream, Whoot! Foodporn Party in here, i thought ~ 


Chengkis fo reedin! :* Hv a nice day.. Lov ya

Monday, June 24, 2013

Resensi Prosa Lama ( Dongeng )


Malin Kundang


Pada suatu waktu, hiduplah sebuah keluarga nelayan di pesisir pantai wilayah Sumatra. Keluarga tersebut terdiri dari ayah, ibu dan seorang anak laki-laki yang diberi nama Malin Kundang. Karena kondisi keuangan keluarga memprihatinkan, sang ayah memutuskan untuk mencari nafkah di negeri seberang dengan mengarungi lautan yang luas.

          Maka tinggallah si Malin dan ibunya di gubug mereka. Seminggu, dua minggu, sebulan, dua bulan bahkan sudah 1 tahun lebih lamanya, ayah Malin tidak juga kembali ke kampung halamannya. Sehingga ibunya harus menggantikan posisi ayah Malin untuk mencari nafkah. Malin termasuk anak yang cerdas tetapi sedikit nakal. Suatu hari ketika Malin sedang mengejar ayam, ia tersandung batu dan lengan kanannya luka terkena batu. Luka tersebut menjadi berbekas dilengannya dan tidak bisa hilang.
          Setelah beranjak dewasa, Malin Kundang merasa kasihan dengan ibunya yang banting tulang mencari nafkah untuk membesarkan dirinya. Ia berpikir untuk mencari nafkah di negeri seberang dengan harapan nantinya ketika kembali ke kampung halaman, ia sudah menjadi seorang yang kaya raya. Malin tertarik dengan ajakan seorang nakhoda kapal dagang yang dulunya miskin sekarang sudah menjadi seorang yang kaya raya.
          Malin kundang mengutarakan maksudnya kepada ibunya. Ibunya semula kurang setuju dengan maksud Malin Kundang, tetapi karena Malin terus mendesak, Ibu Malin Kundang akhirnya menyetujuinya walau dengan berat hati. Setelah mempersiapkan bekal dan perlengkapan secukupnya, Malin segera menuju ke dermaga dengan diantar oleh ibunya. "Anakku, jika engkau sudah berhasil dan menjadi orang yang berkecukupan, jangan kau lupa dengan ibumu dan kampung halamannu ini, nak", ujar Ibu Malin Kundang sambil berlinang air mata.
          Kapal yang dinaiki Malin semakin lama semakin jauh dengan diiringi lambaian tangan Ibu Malin Kundang. Selama berada di kapal, Malin Kundang banyak belajar tentang ilmu pelayaran pada anak buah kapal yang sudah berpengalaman. Di tengah perjalanan, tiba-tiba kapal yang dinaiki Malin Kundang di serang oleh bajak laut. Semua barang dagangan para pedagang yang berada di kapal dirampas oleh bajak laut. Bahkan sebagian besar awak kapal dan orang yang berada di kapal tersebut dibunuh oleh para bajak laut. Malin Kundang sangat beruntung dirinya tidak dibunuh oleh para bajak laut, karena ketika peristiwa itu terjadi, Malin segera bersembunyi di sebuah ruang kecil yang tertutup oleh kayu.
          Malin Kundang terkatung-katung ditengah laut, hingga akhirnya kapal yang ditumpanginya terdampar di sebuah pantai. Dengan sisa tenaga yang ada, Malin Kundang berjalan menuju ke desa yang terdekat dari pantai. Sesampainya di desa tersebut, Malin Kundang ditolong oleh masyarakat di desa tersebut setelah sebelumnya menceritakan kejadian yang menimpanya. Desa tempat Malin terdampar adalah desa yang sangat subur. Dengan keuletan dan kegigihannya dalam bekerja, Malin lama kelamaan berhasil menjadi seorang yang kaya raya. Ia memiliki banyak kapal dagang dengan anak buah yang jumlahnya lebih dari 100 orang. Setelah menjadi kaya raya, Malin Kundang mempersunting seorang gadis untuk menjadi istrinya.
          Berita Malin Kundang yang telah menjadi kaya raya dan telah menikah sampai juga kepada ibu Malin Kundang. Ibu Malin Kundang merasa bersyukur dan sangat gembira anaknya telah berhasil. Sejak saat itu, ibu Malin Kundang setiap hari pergi ke dermaga, menantikan anaknya yang mungkin pulang ke kampung halamannya.
Setelah beberapa lama menikah, Malin dan istrinya melakukan pelayaran dengan kapal yang besar dan indah disertai anak buah kapal serta pengawalnya yang banyak. Ibu Malin Kundang yang setiap hari menunggui anaknya, melihat kapal yang sangat indah itu, masuk ke pelabuhan. Ia melihat ada dua orang yang sedang berdiri di atas geladak kapal. Ia yakin kalau yang sedang berdiri itu adalah anaknya Malin Kundang beserta istrinya.
          Malin Kundang pun turun dari kapal. Ia disambut oleh ibunya. Setelah cukup dekat, ibunya melihat belas luka dilengan kanan orang tersebut, semakin yakinlah ibunya bahwa yang ia dekati adalah Malin Kundang. "Malin Kundang, anakku, mengapa kau pergi begitu lama tanpa mengirimkan kabar?", katanya sambil memeluk Malin Kundang. Tapi apa yang terjadi kemudian? Malin Kundang segera melepaskan pelukan ibunya dan mendorongnya hingga terjatuh. "Wanita tak tahu diri, sembarangan saja mengaku sebagai ibuku", kata Malin Kundang pada ibunya. Malin Kundang pura-pura tidak mengenali ibunya, karena malu dengan ibunya yang sudah tua dan mengenakan baju compang-camping.
"Wanita itu ibumu?", Tanya istri Malin Kundang.
"Tidak, ia hanya seorang pengemis yang pura-pura mengaku sebagai ibuku agar mendapatkan harta ku", sahut Malin kepada istrinya. Mendengar pernyataan dan diperlakukan semena-mena oleh anaknya, ibu Malin Kundang sangat marah. Ia tidak menduga anaknya menjadi anak durhaka. Karena kemarahannya yang memuncak, ibu Malin menengadahkan tangannya sambil berkata "Oh Tuhan, kalau benar ia anakku, aku sumpahi dia menjadi sebuah batu". Tidak berapa lama kemudian angin bergemuruh kencang dan badai dahsyat datang menghancurkan kapal Malin Kundang. Setelah itu tubuh Malin Kundang perlahan menjadi kaku dan lama-kelamaan akhirnya berbentuk menjadi sebuah batu karang.

source: http://google.com/



Analisis:


Pesan Moral :
Sebagai seorang anak, jangan pernah melupakan semua jasa orangtua terutama kepada seorang Ibu yang telah mengandung dan membesarkan anaknya, apalagi jika sampai menjadi seorang anak yang durhaka. Durhaka kepada orangtua merupakan satu dosa besar yang nantinya akan ditanggung sendiri oleh anak.
          Jangan merasa puas dan sombong dengan keberhasilan yang telah dimiliki. Malin Kundang pada cerita ini ibarat pepatah ‘kacang lupa akan kulitnya’ dia tidak mau mengingat atau mengenal orang-orang yang ada pada saat dia berada di bawah. Bagaimanapun juga kita harus tetap melihat kebawah sekalipun kita berada di puncak tertinggi sekalipun, karena dengan kita melihat kebawah kita akan lebih mengingat betapa susahnya kita saat mendaki, bukan betapa senangnya kita saat berada di puncak tertinggi. Dan kita juga harus mengingat semua yang kita lakukan akan menjadi sia-sia jika tanpa adanya restu dari orangtua dan Tuhan YME., ibarat pepatah 'kasih anak sepanjang gala, kasih ibu sepanjang masa' jadi hanya orangtua khususnya ibu lah yang akan setia mendampingi dan menyayangi kita tanpa lelah bagaimanapun keadaan kita dari sebelum kita di beri nyawa hingga kita menutup mata, jangan pernah durhaka dengan Ibu yaa karena surga berada di bawah telapak kaki ibu :) 




Sunday, June 23, 2013

Resensi Puisi - AKU



Chairil Anwar
AKU

Kalau sampai waktuku‘Ku mau tak seorang kan merayuTidak juga kau
Aku ini binatang jalang
Dari kumpulannya terbuang
Biar peluru menembus kulitku
Aku tetap meradang menerjang
Luka dan bisa kubawa berlari
Berlari
Hingga hilang pedih peri
Tak perlu sedu sedan itu
Dan aku akan lebih tidak perduli
Aku mau hidup seribu tahun lagi

Maret 1943

Analisis:

Dalam baris pertama “kalau sampai waktuku” si “aku” membuang semua kekhawatirannya tentang suatu kematian. Dia tidak lagi perdulu kepada siapa saja yang merayunya. Tidak juga kekasihnya atau pun orang yang dicintainya.

Tak perlu sedu sedan itu
Aku ini binatang jalang
Dari kumpulannya terbuang

Si “aku” memesankan kepada orang-orang terdekatnya supaya melepasnya, jika saatnya telah tiba menghadap sang khalik/pencipta. Bahkan dia menyebt-nyebut dirinya sebagai binatang jalang, Sebuah simbol kehinaan (merendahkan dirinya sendiri).

Biar peluru menembus kulitku
Aku tetap meradang menerjang
Luka dan bisa kubawa berlari Berlari
Hingga hilang pedih peri

Si “aku” berterus terang tentang apa yang telah di deritanya, tapi dia tetap mencoba untuk menanggungnya sendiri. Karena jika saatnya tiba, semua perih akan hilang. Perih yang dimaksud disini adalah cobaan hidup, kita diminta untuk tetap menjalani semua cobaan seberat apapun itu dihidup ini, karena akan ada saatnya dimana kita sudah tidak bisa merasakan sakitnya cobaan hidup. 

Dan aku akan lebih tidak perduli
Aku mau hidup seribu tahun lagi

Si “aku” ingin hidup seribu tahun lagi. Di sini Chairil telah menjelma si “aku”. Walaupun raganya telah tiada, tapi dia ingin karyanya tetap hidup selamanya
Dan memberi nasihat kepada pembaca untuk memanfaatkan setiap detik kehidupan dengan berguna, sehingga saat raga kita telah tiada, tetapi jasa dan pengorbanan kita selama hidup akan tetap ada dan dikenang oleh orang dari masa ke masa. 

source: sigodangpos.blogspot.com



Saturday, June 22, 2013

KEEK + SoundCloud

Ohya friends, do u hv a KEEK or SoundCloud account?

You can follow me now on KEEK and SoundCloud (just for fun) hihi -^,^-

KEEK -->  https://www.keek.com/ayuindriati 
SoundCloud -->  https://soundcloud.com/ayuindriati 

actually i was a singer before i decide to wear hijab..
but i know my voice is sooo standard :p yaah.. just for fun~ singing is my hobby
Soo hope you enjoy my videos on keek and my voices on soundcloud ;*


Dankz fo readin' yaa.. Hv a great day friends :*
i'm sorry if i had bad in grammar ._.v
Luphluph !!


أي نظريات راهي

Takoyaki Recipe



Hollaaa~ . Mari belajar memasaaak. Hahahaha.
Ini nih salah satu makanan kesukaan saya, “Takoyaki”. I LOVE IT SO MUCH DAMN!! haha Tapi entah kenapa tidak semua lidah orang Indonesia mampu menikmati setiap gigitannya. Ada yang bilang rasanya aneh, tapi bagi saya nih rasanya very very YUMMY *nom*. Aku bahkan sanggup menghabiskan 30 rakoyaki jika sedang dalam kondisi lapar :p hehe, yeah i know it was weird but, i enjoyed it, so who's care :D
Nah, kali ini saya akan bagi resep Takoyaki ala Indonesia dan Takoyaki ala Jepang :)


~ TAKOYAKI ala Indonesia ~

Bahan :
300 gr tepung tako (bisa diganti pake terigu + baking powder)2 butir telur
700 ml air
100 gr sayuran (kol, wortel)
150 gr tako (bisa juga pake cumi)tenkatsu (tempura scraps)
Taburan:
nori biru
katsuoboshi (parutan skipjack tuna)
daun bawang diiris kecil
Saus:
saus tako
mayonaise
Cara:
1. Campur semua bahan kecuali tako (cumi) dan tenkatsu, aduk sampai kalis.
2. Panaskan cetakan, olesi minyak, tuang adonan, isi dengan potongan kecil tako (cumi). Sesudah berkulit taburi tenkatsu dan balik -balik sampai membentuk bola dan matang. Lakukan sampai adonan habis
3. Penyajian: Tata tako, oles saos tako, taburi nori, beri mayonaise, taburi katsuoboshi dan daun bawang.
Nikmati hangat-hangat.
Hasil : 60 biji
Kalo gak punya panggangan takoyaki, katanya sih bisa juga pake panggangan kue lumpur.. 






                   ~ TAKOYAKI ala Jepang ~


BAHAN ISI:
• Baby octopus/ bayi gurita 200 gram, rebus dan cincang
• Tenkasu/rice crispy secukupnya
BAHAN ADONAN DASAR TAKOYAKI :
• Air 450 ml
• Konbu 10 cm, potong selebar 2 cm
• Katsuo-bushi 15 gram
• Tepung terigu protein rendah 200 gram
• Putih telur 4 butir
• Kuning telur 2 butir
• Margarin 2 sendok makan
PENDAMPING TAKOYAKI :
• Bulldog saus 50 ml
• Saus inggris 25 ml
• Mayones 50 gram
• Benishoga/acar jahe secukupnya
CARA MEMBUAT:
ADONAN DASAR TAKOYAKI:
1. Masukkan konbu dalam panci, masak di atas api kecil.
Angkat beberapa saat sebelum air mendidih.
2. Campur katsuo-bushi dalam air rebusan konbu sambil diaduk selama 2 menit.
Saring dan dinginkan
3. Campur terigu, telur dan garam. Tuang air kaldu aduk hingga rata. Sisihkan.
CARA MEMBUAT TAKOYAKI:
1. Tuang adonan takoyaki pada cetakan yang sudah diolesi dengan margarin hingga penuh.
2. Taburi bagian atasnya dengan rice crispy dan masukkan baby octopus (bayi gurita).
Masak diatas api kecil.
3. Bila sudah setengah matang balik adonan dengan bantuan tusuk sate/tusuk besi.
4. Masak hingga berwarna kecokelatan.
Angkat dan sajikan bersama saus pendamping dan berishoga.
>> UNTUK 15 BUAH



Selamat mencoba, kalau udah jadi bisa nih bagi-bagi. Hehe.
itadakimasu! ^^

source: hobimasak.info
source : allaboutkoreaandjapan

Saturday, June 15, 2013

Sweetie Greenie


Huy Huy!!
How are you todaaay? ^^ I'll post a few photos , this is an old photos, i think i never share it bfore bcause my laptop getting LEMOT karena my photosssss so i wanna clean it up -_-

Bytheway...
i very love my outfit ! so pro about Go green, right? :p

















 
Softlens: @chanashop_ | Makeup: Wardah Cosmetics
Photograph by : Glugut Hari P. 

أي نظريات راهي 
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...